Makkah: Panduan Kota Paling Suci dalam Islam

Sejarah, makna keagamaan, geografi, dan informasi praktis bagi wisatawan

Ka'bah di tengah Masjidil Haram, Masjid Agung Makkah
Ka'bah, di tengah Masjidil Haram — Richard Mortel, Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Makkah adalah kota paling suci dalam Islam, tempat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ dan lokasi Ka'bah, bangunan yang menjadi arah kiblat umat Islam di seluruh dunia saat salat. Kota ini terletak di wilayah Hijaz, Arab Saudi bagian barat, dan menjadi tujuan ibadah haji tahunan serta umrah yang dapat dilaksanakan sepanjang tahun.

Letak Makkah

Makkah terletak di sebuah lembah sempit di wilayah Hijaz, Arab Saudi bagian barat, sekitar 70 km dari kota pelabuhan Jeddah di Laut Merah, pada ketinggian sekitar 277 m. Berdasarkan sensus Saudi 2022, kota ini merupakan wilayah metropolitan terbesar ketiga di negara tersebut, dengan populasi sekitar 2,4 juta jiwa — angka yang melonjak berkali-kali lipat selama musim haji dan Ramadan.

Fakta singkat
WilayahProvinsi Makkah, Hijaz, Arab Saudi
Ketinggian≈ 277 m di atas permukaan laut
Jarak dari Jeddah (bandara terdekat)≈ 70 km
Jarak dari Madinah≈ 340–400 km melalui darat, tergantung rute
Populasi metropolitan (sensus 2022)≈ 2,4 juta

Mengapa Makkah disucikan

Di tengah Masjidil Haram (Masjid Agung) berdiri Ka'bah, bangunan berbentuk kubus yang menjadi kiblat — arah yang dituju seluruh umat Islam saat menunaikan salat lima waktu, di mana pun mereka berada di dunia. Menurut tradisi Islam, Ka'bah dibangun, atau dibangun kembali, oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail; ini merupakan keyakinan keagamaan, bukan klaim yang dapat diverifikasi secara historis secara independen. Di dekat Ka'bah terdapat Hajar Aswad yang tertanam di sudut timurnya, Maqam Ibrahim, dan sumur Zamzam. Makkah juga merupakan tempat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ (lahir sekitar tahun 570 M) dan, menurut tradisi Islam, tempat beliau menerima wahyu Al-Qur'an pertama di Gua Hira di Jabal al-Nour yang berdekatan pada tahun 610 M.

Jabal al-Nour, gunung di luar Makkah yang secara tradisional dikaitkan dengan Gua Hira
Jabal al-Nour, di pinggiran Makkah — Wal N., Wikimedia Commons, CC BY 2.0

Sekilas sejarah Makkah

Sejarah Makkah yang terdokumentasi berpusat pada perkembangan Masjidil Haram di sekitar Ka'bah. Masjid ini dikelilingi tembok pada masa Khalifah Umar di pertengahan abad ke-7 dan telah beberapa kali diperluas sejak itu — perluasan paling signifikan terjadi pada masa Abbasiyah abad ke-8, Utsmaniyah abad ke-17, dan pemerintah Saudi sejak tahun 1950-an. Kota ini beberapa kali berpindah kekuasaan politik selama berabad-abad — termasuk pemerintahan Umayyah, Abbasiyah, dan Utsmaniyah — sebelum bergabung dengan Kerajaan Arab Saudi pada 1924/1925. Ini adalah garis waktu ringkas; angka dari sumber tunggal (jumlah jamaah, kapasitas) sebaiknya dianggap perkiraan kecuali dikutip dari sumber resmi terkini.

Pemandangan panorama Masjidil Haram, Masjid Agung Makkah
Masjidil Haram, Masjid Agung yang mengelilingi Ka'bah — Bluemangoa2z, Wikimedia Commons, CC BY 3.0
PeriodePeristiwa
± 570 MTanggal tradisional kelahiran Nabi Muhammad ﷺ di Makkah.
610 MMenurut tradisi Islam, wahyu Al-Qur'an pertama di Gua Hira, Jabal al-Nour.
622 MNabi Muhammad ﷺ dan para pengikutnya hijrah ke Madinah.
± 630 MMakkah berada di bawah kekuasaan Muslim; Ka'bah kembali dikhususkan hanya untuk penyembahan kepada Allah.
Pertengahan abad ke-7Khalifah Umar memerintahkan pembangunan tembok pertama di sekeliling Ka'bah, menjadikan Masjidil Haram sebagai masjid dengan batas yang jelas.
Abad ke-8Khalifah Abbasiyah al-Mahdi dan al-Hadi melakukan perluasan masjid terbesar sebelum era Saudi.
1517–1917Makkah diperintah di bawah kekuasaan Utsmaniyah, dengan pemerintahan lokal Syarif secara berkala.
1924/1925Makkah bergabung dengan wilayah yang kemudian menjadi Kerajaan Arab Saudi (1932).
1950-an–sekarangPerluasan besar Masjidil Haram oleh pemerintah Saudi secara berturut-turut untuk menampung jumlah jamaah yang terus bertambah.

Menuju dan berkeliling Makkah

Makkah tidak memiliki bandara internasional sendiri; sebagian besar wisatawan tiba melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah (sekitar 70 km), yang memiliki terminal khusus haji, atau melalui Taif. Kereta cepat Haramain menghubungkan Jeddah, Makkah, dan Madinah. Di dalam kota, taksi, aplikasi transportasi daring, dan bus shuttle melayani hotel dan area Haram; selama musim haji dan puncak Ramadan, akses jalan dikelola secara ketat dan banyak jalan di sekitar Haram dikhususkan bagi pejalan kaki.

Kompleks menara jam Abraj Al Bait di samping Masjidil Haram di Makkah
Menara jam Abraj Al Bait, di samping Masjidil Haram — Yasser Bakhsh, Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0

Orientasi: kawasan-kawasan di Makkah

Sebagian besar aktivitas wisatawan terpusat di kawasan yang langsung mengelilingi Masjidil Haram: Ajyad dan Misfalah di selatan, paling dekat dengan masjid, serta Aziziyah beberapa kilometer lebih jauh, terhubung ke pusat kota melalui bus shuttle — pilihan menginap yang lebih hemat. Kompleks Abraj Al Bait dengan menara jam ikoniknya terletak tepat di samping Haram dan menaungi beberapa hotel dengan pemandangan langsung ke Ka'bah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bolehkah non-Muslim mengunjungi Makkah?

Tidak. Berdasarkan hukum Saudi, non-Muslim sama sekali tidak diizinkan memasuki kota Makkah — hal ini ditegakkan melalui pos pemeriksaan di setiap jalan menuju kota. Pembatasan ini hanya berlaku untuk kota Makkah, bukan Jeddah atau wilayah Arab Saudi lainnya.

Apa perbedaan mengunjungi untuk haji, umrah, atau tidak keduanya?

Haji adalah ibadah tahunan dengan tanggal tetap yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi Muslim yang mampu. Umrah adalah ibadah yang lebih singkat dan dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Akses ke kota Makkah sendiri tetap terbatas hanya untuk Muslim, terlepas dari apakah sedang menunaikan ibadah resmi atau tidak.

Apa bandara terdekat dengan Makkah?

Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, sekitar 70 km, adalah pintu masuk utama dan memiliki Terminal Haji khusus. Bandara Internasional Taif menjadi pilihan alternatif.

Kapan waktu terbaik untuk berkunjung?

Tergantung tujuan kunjungan Anda: haji berlangsung pada tanggal tetap dalam kalender Islam yang bergeser setiap tahun Masehi; Ramadan adalah periode yang sangat ramai untuk umrah; di luar musim puncak tersebut, Makkah umumnya lebih tenang dan ketersediaan hotel lebih mudah.

Pemberitahuan penting: Halaman ini berisi informasi umum destinasi, bukan panduan resmi ibadah haji/umrah. Untuk persyaratan izin haji/umrah, aturan visa, dan prosedur masuk yang berlaku saat ini, selalu periksa platform Nusuk atau Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi secara langsung sebelum bepergian.

Sumber & bacaan lanjutan

Konten diverifikasi: 23 September 2026