Sejarah, makna keagamaan, geografi, dan informasi praktis bagi wisatawan
Makkah adalah kota paling suci dalam Islam, tempat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ dan lokasi Ka'bah, bangunan yang menjadi arah kiblat umat Islam di seluruh dunia saat salat. Kota ini terletak di wilayah Hijaz, Arab Saudi bagian barat, dan menjadi tujuan ibadah haji tahunan serta umrah yang dapat dilaksanakan sepanjang tahun.
Makkah terletak di sebuah lembah sempit di wilayah Hijaz, Arab Saudi bagian barat, sekitar 70 km dari kota pelabuhan Jeddah di Laut Merah, pada ketinggian sekitar 277 m. Berdasarkan sensus Saudi 2022, kota ini merupakan wilayah metropolitan terbesar ketiga di negara tersebut, dengan populasi sekitar 2,4 juta jiwa — angka yang melonjak berkali-kali lipat selama musim haji dan Ramadan.
| Fakta singkat | |
|---|---|
| Wilayah | Provinsi Makkah, Hijaz, Arab Saudi |
| Ketinggian | ≈ 277 m di atas permukaan laut |
| Jarak dari Jeddah (bandara terdekat) | ≈ 70 km |
| Jarak dari Madinah | ≈ 340–400 km melalui darat, tergantung rute |
| Populasi metropolitan (sensus 2022) | ≈ 2,4 juta |
Di tengah Masjidil Haram (Masjid Agung) berdiri Ka'bah, bangunan berbentuk kubus yang menjadi kiblat — arah yang dituju seluruh umat Islam saat menunaikan salat lima waktu, di mana pun mereka berada di dunia. Menurut tradisi Islam, Ka'bah dibangun, atau dibangun kembali, oleh Nabi Ibrahim dan putranya Ismail; ini merupakan keyakinan keagamaan, bukan klaim yang dapat diverifikasi secara historis secara independen. Di dekat Ka'bah terdapat Hajar Aswad yang tertanam di sudut timurnya, Maqam Ibrahim, dan sumur Zamzam. Makkah juga merupakan tempat kelahiran Nabi Muhammad ﷺ (lahir sekitar tahun 570 M) dan, menurut tradisi Islam, tempat beliau menerima wahyu Al-Qur'an pertama di Gua Hira di Jabal al-Nour yang berdekatan pada tahun 610 M.
Sejarah Makkah yang terdokumentasi berpusat pada perkembangan Masjidil Haram di sekitar Ka'bah. Masjid ini dikelilingi tembok pada masa Khalifah Umar di pertengahan abad ke-7 dan telah beberapa kali diperluas sejak itu — perluasan paling signifikan terjadi pada masa Abbasiyah abad ke-8, Utsmaniyah abad ke-17, dan pemerintah Saudi sejak tahun 1950-an. Kota ini beberapa kali berpindah kekuasaan politik selama berabad-abad — termasuk pemerintahan Umayyah, Abbasiyah, dan Utsmaniyah — sebelum bergabung dengan Kerajaan Arab Saudi pada 1924/1925. Ini adalah garis waktu ringkas; angka dari sumber tunggal (jumlah jamaah, kapasitas) sebaiknya dianggap perkiraan kecuali dikutip dari sumber resmi terkini.
| Periode | Peristiwa |
|---|---|
| ± 570 M | Tanggal tradisional kelahiran Nabi Muhammad ﷺ di Makkah. |
| 610 M | Menurut tradisi Islam, wahyu Al-Qur'an pertama di Gua Hira, Jabal al-Nour. |
| 622 M | Nabi Muhammad ﷺ dan para pengikutnya hijrah ke Madinah. |
| ± 630 M | Makkah berada di bawah kekuasaan Muslim; Ka'bah kembali dikhususkan hanya untuk penyembahan kepada Allah. |
| Pertengahan abad ke-7 | Khalifah Umar memerintahkan pembangunan tembok pertama di sekeliling Ka'bah, menjadikan Masjidil Haram sebagai masjid dengan batas yang jelas. |
| Abad ke-8 | Khalifah Abbasiyah al-Mahdi dan al-Hadi melakukan perluasan masjid terbesar sebelum era Saudi. |
| 1517–1917 | Makkah diperintah di bawah kekuasaan Utsmaniyah, dengan pemerintahan lokal Syarif secara berkala. |
| 1924/1925 | Makkah bergabung dengan wilayah yang kemudian menjadi Kerajaan Arab Saudi (1932). |
| 1950-an–sekarang | Perluasan besar Masjidil Haram oleh pemerintah Saudi secara berturut-turut untuk menampung jumlah jamaah yang terus bertambah. |
Makkah tidak memiliki bandara internasional sendiri; sebagian besar wisatawan tiba melalui Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah (sekitar 70 km), yang memiliki terminal khusus haji, atau melalui Taif. Kereta cepat Haramain menghubungkan Jeddah, Makkah, dan Madinah. Di dalam kota, taksi, aplikasi transportasi daring, dan bus shuttle melayani hotel dan area Haram; selama musim haji dan puncak Ramadan, akses jalan dikelola secara ketat dan banyak jalan di sekitar Haram dikhususkan bagi pejalan kaki.
Sebagian besar aktivitas wisatawan terpusat di kawasan yang langsung mengelilingi Masjidil Haram: Ajyad dan Misfalah di selatan, paling dekat dengan masjid, serta Aziziyah beberapa kilometer lebih jauh, terhubung ke pusat kota melalui bus shuttle — pilihan menginap yang lebih hemat. Kompleks Abraj Al Bait dengan menara jam ikoniknya terletak tepat di samping Haram dan menaungi beberapa hotel dengan pemandangan langsung ke Ka'bah.
Tidak. Berdasarkan hukum Saudi, non-Muslim sama sekali tidak diizinkan memasuki kota Makkah — hal ini ditegakkan melalui pos pemeriksaan di setiap jalan menuju kota. Pembatasan ini hanya berlaku untuk kota Makkah, bukan Jeddah atau wilayah Arab Saudi lainnya.
Haji adalah ibadah tahunan dengan tanggal tetap yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi Muslim yang mampu. Umrah adalah ibadah yang lebih singkat dan dapat dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun. Akses ke kota Makkah sendiri tetap terbatas hanya untuk Muslim, terlepas dari apakah sedang menunaikan ibadah resmi atau tidak.
Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, sekitar 70 km, adalah pintu masuk utama dan memiliki Terminal Haji khusus. Bandara Internasional Taif menjadi pilihan alternatif.
Tergantung tujuan kunjungan Anda: haji berlangsung pada tanggal tetap dalam kalender Islam yang bergeser setiap tahun Masehi; Ramadan adalah periode yang sangat ramai untuk umrah; di luar musim puncak tersebut, Makkah umumnya lebih tenang dan ketersediaan hotel lebih mudah.
Konten diverifikasi: 23 September 2026
Login via social networks